Biarkan Aku Merajut Rinduku


Begitu jauh jarak diantara kita,
Ku syukuri tiap langkah dijalanmu,
Helaan nafas yang menderu di tiap serumu,
Kunantikan selalu.

Adakah hari yang kunantikan kan datang menjelang?
Hari dimana aku dan kamu menjadi satu.
Kemanakah jalan yang kamu tempuh setelah persimpangan itu?
Aku rindu.

Kekasih adakah rasaku dan rasamu satu?
Apabila iya, katakanlah sesuatu kepadaku.
Apabila tidak, palingkan senyummu dari hadapanku.

Pelipur dahagaku,
Menarilah dipentas tanpa kata, tanpa nada.
Jadikan helaan nafasmu suara, detak jantungmu irama.

Terbanglah sayang,
Gapai asamu, citamu dan rindumu.
Biarkan aku merindumu ditepi telaga ini ditemani rerumputan dan bunga liar disekitarku.

Dan kuakui segalanya adalah tentang kamu, kamu, dan kamu.

Biarkan aku merajut rinduku bersama dengan belaian sejuknya angin utara,
Berikan aku waktu untuk melepas rinduku bersama gugurnya dedaunan,
Basahi jiwaku yang kering dengan keindahan rintik hujan yang ditemani purnama.
Dan biarkan pagiku tanpa lembutnya tatapan matamu.

Posted with WordPress for BlackBerry.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s