To whom which my heart lies upon


​

Kepada seseorang tempat hatiku bersandar

Aku mengenalmu dalam jiwa yang tak mampu diwakili kata-kata

Entah apa aku ini di mata jernihmu

Begitupula aku mengenangmu dalam untaian nada

Yang mendengungkan kisah asmara dewata

Tembang kuno tentang cinta masih mendayu-dayu

Masih merindukan bayangmu di titian langit malam

Kita yang masih menarikan pena

Menyimpan begitu banyak gelak tawa

Seperti banyak hal ini semua punya akhir

Begitupula penantian panjang malam-malam purnama

Masih di tepian ibukota melenakan namamu di pusara hatiku

Berlagu melantun merayu-rayu

Kusimpan paras wajahmu yang lembut, tutur katamu yang santun dan gerai indah rambutmu

Dilubuk hati terdalam rinduku

Satu hari nanti akan teringat hari ini

Dimana rinduku menghampar di udara

Sampaikah bisikku kepada langit dinding hatimu

Menyeru menyebut namamu hingga waktu tak lagi mengenalku

Menasbihkan nelangsa di malam panjang

Menderukan asaku di pualamnya rembulan

Faithfully Yours,

Parlindungan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s