Jangan Lupa Jatuh Cinta


All Love is in her eyes

All Love is in her eyes

Menuai senyuman di wajah kekasih kita merupakan hal yang membahagiakan, berulirnya waktu memintal tawa demi canda berdua. Kita dan kasih asmara seperti tak terpisahkan yang kemudian berkelindan dengan ranumnya rona merah di pipimu, meresapi tiap helai dedaunan yang gugur di tepian telaga sambil bercerita sebuah dongeng hari esok tentang aku, kamu, kita. Mendesak asa agar berkehendak menggelorakan buaian pelukan, lalu tenggelam di dalam peraduan nirwana. Sementara itu kicauan burung di pagi hari menemani lalu lalang kesibukan hari-hari kita hingga senja menjelang tupai-tupai berloncatan kesana kemari, menari bersama gemerutuk kenari.

Begitu sampai malam menjelang, kitapun menatap rembulan yang sama, memanjatkan doa dan bersyukur atas hari yang berlalu dan berharap kebaikan pada hari yang akan menjelang. Untaian nada asmara mendayu-dayu mengelindapi malam di haribaan bumi tempat kita meneduhkan segala keluh kesah dan masih seperti hari yang berlalu, kamu sangat mempesona. Dan kita saling mengingatkan, saling bercengkerama dan saling menempa rasa; aku, kamu, kita bersama angin malam, di tepian sudut senyummu dan manisnya tuturmu kutemukan arti hidupku yang berirama dengan hangat matahari dan lembutnya rembulan, masih dengan rindu yang sama bertalu-talu menyingkapi keresahan jiwaku.

Jatuh cinta tertanam di sanubariku tentangmu yang menggelayuti anganku serta kebersamaan yang dilalui, kemudian kitapun melangkah menjelajahi kabut lembayung fajar yang melingkupi langit dan bumi, ketika jatuh cinta dan dewa dewi menyambut asa yang terbentang di langit maka kahyangan menjawab mesra dengan deraian gemerintik embun di taman. Dengan mesra kembali menyambut pagi yang merekah bersujud kehadirat Sang Pencipta serta memulai satu persatu semaian kehidupan di tanah langit. Menghirup sejenak aroma bunga jingga kemudian kembali melangkahkan kaki lebur dengan jagat yang meriah, merayakan indahnya cinta dan menakjubkan.

Begitu cepat pena menari, ingin rasanya berhenti karena luka di masa lalu tak kunjung menepi, sakit sekali rasanya ketika disentuh walau oleh kelembutan sekalipun, luka ini mesti memiliki akhir dan akhirnya luka yang menganga ini berlabuh di belaian rambut legammu. Menorehkan sekali lagi tentang segala rasa yang menjulang ke angkasa, meski rindu ini hanya berkalang air mata, tetapi masa lalu memang mesti di tepikan disudut hati, dihempaskan oleh angin malam dan larut bersama gemericik air hujan. Di temani biduanita Alessia Cara dengan tembang Scars To Your Beautiful melalui malam ini, So To All The Girls That’s Hurting, Let Me Be Your Mirror, Help You See A Little Bit Clearer, The Light That Shine Within. Mereka-reka hari yang akan menjelang, apa yang akan diperbuat dan semaian kebaikan apa yang mesti dijunjung agar hari ini berarti dan bermanfaat.

Masih ditemani bayangmu yang mendayu-dayu di lintasan anganku, dini hari ini ditemani para sahabat, mencari nafkah mengais rejeki, sederhana kita lalui pagi ini dengan secangkir kopi dan nasi bebek kemudian teringat padamu pujaan hati, menyatu dengan malam, gemintang, rembulan dan sebentar lagi rintik hujan. Semuanya tentang bagaimana aku mencintaimu dan di cintai olehmu, dengan segala kegetiran dan kepedihan masa lalu menghampari kisah kasih asmara kita berdua, kegetiran dan kepedihan ini sebentar lagi akan berlalu, ya akan segera berlalu, diantara guliran sujud dan buliran air mata nestapa ini akan segera berlalu, dan kepada langit akan kembali kulukis harapan dan cita-cita, tak ragu untuk menguntai dongeng cinta ini di angkasa, sudah melangkah jauh dan tak bisa surut kembali. Kepada dunia akan kutorehkan tinta emas tentang kisah asmara kita, kepada jagat raya kulontarkan dengan lantang bahwa aku mencintaimu dan hidup ini akan berakhir dengan mencintaimu.

Jangan lupa jatuh cinta, sebab kamu indah dan terjatuh cinta padamu indah, mengaliri sungai asmara menuju samudera kehidupan dengan biduk kasih sayang, canda tawa dan menarinya pena di temani gugur dedaunan dan rinai air hujan, aku ingin mencintaimu dengan harapan yang disemai hari kemarin untuk di tuai hari ini, aku ingin merindukanmu seperti gairah yang dilantunkan ombak ke tepian pantai, aku ingin mendambamu seperti buliran embun yang menerpa dedaunan di kala fajar menjelang, aku ingin memelukmu seperti senja memeluk mentari di kala malam menjelang, aku ingin membelai rambutmu seperti gemericik air hujan menerpa bumi dengan kelembutan. (Lin)

Link tembang Alessia Cara berjudul Scars To Your Beautiful bisa disimak disini :

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s