Oleh : Parlin Siagian dan Filah Oesman

Mengingatmu serupa detak di nadiku, tak pernah berhenti selama jiwa masih di dalam raga

Sesuatu gugur di halaman waktu lebur menatapmu hilang dalam genggaman

Merapal namamu dalam untaian doa yang menjuntai ke angkasa, merindumu dengan jutaan nelangsa di dada dan masih bersimpuh di ruang kasih sendu

Ketabahan takdir rinduku dari takbir sampai zikir ialah kesedihan-kesedihan tubuhku membasuh luka hingga hari akhir

Melukiskan helaan nafasmu di kanvas pusara hati, kita yang masih juga bersembunyi, menafikan begitu banyak asmara di dalam kalbu

Meradang kepingan hati yang hancur terjatuh di kedalaman jiwa yang rapuh, dan kita pun masih dengan rasa yang sama, cinta

Berserakan rindu ini di padang rumput asmara kita, hingga waktu tak mengenali lagi dan akupun masih menyisakan sebuah asa yang dititipkan hujan kepada dedaunan. LIN

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s