Nh. Dini, 1936 – 2018

Derai ajun tjemara menjobek lapang sriwedari

Tjumbu yang lepas lepas menakluki diri

Dibandjir malam tua langkah djauh diudjung musim

Klabu hari kengerian diri dahsjat kehidupan

Suar lampu mengerling taman malam mata mata pemburu

Angin tjemara membelai rambutnja wadjah malam

Gelodjak danau sriwedari haus menghampar dirinja

Tersingkap kedjauhan langkah kaki dalam malam

Rerumputan hidjau sedjuknya menggapai diri musim

Lapang sriwedari rumah rumah jang lengang

Malam tua beradu didada hidup lepas

Terasa denjut malam menebah diri dalam dalam

Haripun rebah dipintu malam keasingan diri

Suar lampu senda tawa lengkap diteras malam

Nganga kehendak sriwedari manis mengusap wadjah

Gemerisik tjemara langit biru tamasjah malam tua

Langkah menderap mengepung malam jang sendiri

Asjik masjuk menerdjuni kehidupan yang duka

Kelangsungan kepintu malam pemburu dia

Penghuninja yang lepas lepas tanpa kata

Suara nafas malam tua dalam hati malam seluruh

Stadion djauh terasing dalam kepukauan diri

Sriwedari haus disegenap pemburuan musim

Hidup tergamitnya bang betjak tinggalkan malam tua.

Solo ’57

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s