Biarkan Aku Yang Pergi (chapter 4: Mika, you were asking a wrong question)


Good name in man and woman, dear my lord, Is the immediate jewel of their souls: Who steals my purse steals trash; 'tis something, nothing; 'Twas mine, 'tis his, and has been slave to thousands; But he that filches from me my good name Robs me of that which not enriches him And makes me…Read more Biarkan Aku Yang Pergi (chapter 4: Mika, you were asking a wrong question)

Biarkan Aku Yang Pergi (Chapter 3: Tuan, Anda Terlambat 1400 Tahun)


http://layoutsparks.comDihari minggu ini wicak menghabiskan waktunya untuk berolahraga, seperti biasa ia melakukan pemanasan ringan sebelum berlari keliling desa. Sambil sesekali melenturkan otot-ototnya, wicak berlari kecil dan sesekali juga bertegur sapa dengan tetangga. Sebenarnya olahraga berlari ini ia lakukan termotivasi agar dapat menghampiri rumah raminah sejenak, namun hal ini jarang dilakukannya, dengan melihat halaman rumah raminah…Read more Biarkan Aku Yang Pergi (Chapter 3: Tuan, Anda Terlambat 1400 Tahun)

Biarkan Aku yang Pergi (chapter 2: Sampai Raminah Tertidur)


lennon & che playing guitar Malam ini mika belum lagi tertidur, ia memetikkan gitarnya dan mencoret-coret noktah nada dikertas. Sesekali mika mengulang-ulang nada yang telah dibuatnya, sambil menyeruput teh buatan mbak laluna. Seperti malam-malam yang telah berlalu mika tenggelam didalam nada yang dibuatnya, dikamar mika mencoba untuk menautkan nada demi nada. Tak habis-habisnya mika menelusuri…Read more Biarkan Aku yang Pergi (chapter 2: Sampai Raminah Tertidur)

Biarkan Aku yang Pergi (Chapter 1: Dimanakah Engkau Berada)


Hutan Nelangsa dan RinduSeperti hari yang telah berlalu raminah duduk ditepi sungai, menyaksikan air mengaliri belakang rumahnya. Ia baru saja terbangun dari tidurnya namun air sungai yang mengalir dan gemericik riak sungai menjadi sarapannya sebelum membuat sarapan untuk bapak. Seperti biasa raminah mencelupkan lengannya ke sungai, sejuknya angin subuh, dinginnya air sungai dan helaan nafasnya…Read more Biarkan Aku yang Pergi (Chapter 1: Dimanakah Engkau Berada)

Pena Merah Menari Di Bayang Rembulan


Tentang kamu aku dia dan kalian Entah matamu menulis aku atau mataku menulis kamu Ratusan lontar telah hancur oleh sebuah kesombongan Jelang hari dibenamkannya raga kedalam tanah Jalan setapak yang kupijak tak ampuni kaki kotorku Daun-daun yang berserakan ditanah tak sanggup kurangkai lagi Berapa lagi malaikat yang harus mati karenamu Cahaya hati yang redup menikam…Read more Pena Merah Menari Di Bayang Rembulan