Senandung Rintik Hujan Dini Hari


Perjalanan dini hari, Ditemani rintik hujan, Siluet lembayung angin malam, Kubiarkan rindu larut di tetes hujan.   Mengendap di rerumputan, Air mata di bentangan savana aspal ibukota, Menuliskan nelangsa, Di kaki langit kususun asa.   Sunyi menggelayuti awan gelap, Jenaka gemerincik rintik hujan, Menggenggam jemarimu ayunkan langkah, Penghujung jalan gemerlap bayang langit di air yang…Read more Senandung Rintik Hujan Dini Hari

Advertisements

Melati Senja Menanti Fajar Menyingsing


Kususuri laju roda ini mencoba untuk menapaki jejakmu Indah kulalui perjalanan ini mengenangmu dikata yang kamu tulis dan yang kamu ucap Adakah rindu ini disambut angin semilir yang menerpa tubuhku Biarlah dia berlalu menggenapi awan yang membisu Tak dapatkah kutelusuri sujudmu untuk bumi Allah Hingga pijakku tak mampu menjawab sapa senyummu kepada embun pagi Jelang…Read more Melati Senja Menanti Fajar Menyingsing

Menulis Nafasmu Kekasih


Dalam kesendirian kumencoba menemanimu dalam kata Yang maknanya hanya dapat disentuh oleh rasa Hanyut dalam buaian asmara Kumengenangmu dalam indahnya langit malam Adakah yang aku dan kamu rasa sama Hingga menghela nafaspun menjadi irama Adakah degup jantung ini menari dalam untaian kembang malam Hingga berdetakpun menjadi nada Haruskah kulalui tapak jalan ini lagi Berulang kali…Read more Menulis Nafasmu Kekasih

Masih tentang Kamu


Masih tentang kamu yang mendamba Masih tentang kamu yang memuja Masih tentang kamu yang terbelenggu Masih tentang kamu yang merindu Kasih lihatlah sejenak dalam kesendirianmu purnama itu Begitu lembut begitu indah begitu syahdu Untaian nada yang ditautkan angin menambah pesona malam ini Ingin rasanya waktu berhenti disini Terjamah oleh jemari lembutmu diantara kecupan asmaramu Tersentuh…Read more Masih tentang Kamu

Air mata yang larut dirintik hujan


Malam ini aku bertanya kepada rintik hujan Jauhkan aku dari remuknya rasa Hembusan nafas ini temani pilunya hati Jalan beraspal temani aku dalam hampa Lampu temaram kota metropolitan Adakah lagi yang harus kurasa Sudah terlalu banyak liku ditempuh Perjalanan pun tak kunjung bertepi Kurindukan angin pagi tadi Masih terasa lembutnya ditubuh ini Helaian dedaun yang…Read more Air mata yang larut dirintik hujan

Nelangsa dan Rindu


Rinai hujan ini kembali membasahi bumi Tetes air mata ini kembali bercerita tentang kamu Yang masih mendamba yang masih merindu yang masih merayu Diantara bayang bunga flamboyan kukenang kamu Adakah dalam perjalananmu sedikit tentang aku Sehingga meratapimu pun sudah tak mampu Adakah dalam lamunanmu tentang esok sedikit tentang kita Rasa diantara rintik hujan ini menikamku…Read more Nelangsa dan Rindu

Cintai Aku satu hari kucintai Kamu Selamanya


Kuberjalan dijalan sunyi ini Kutelusuri jejak ditepian pantai Tergerus debur ombak samudera Menuju cakrawala senja laut jawa Ingin kutemani perjalananmu Seperti hari yang telah lalu Namun apa dayaku Kamu berlalu dihadapku Buliran debu ini ditiup angin Menghilang ditelan angan Tetes air diseka lembutnya jemari Terhapus oleh kehendakmu akan hari esok Bulan sabit ini terus merayu…Read more Cintai Aku satu hari kucintai Kamu Selamanya

Jalani Hidup dengan Asa Terbentang


Kembali kudatangi tatanan gemunung Termenung akan kerdilnya diri ini Dihadapan kuasa dari Yang Maha Kuasa Hanya bisa terpana tercengang Kebodohan diri ini paripurna sudah Hanya rintik hujan yang menghalaunya Dituntun lampu jalanan kita melangkah Aku kamu kita dan bunga mekar pohon rindang Kututup sejenak mata ini agar kudengar sejenak apa yang ingin disampaikan Kuhirup udara…Read more Jalani Hidup dengan Asa Terbentang