Senandung Rintik Hujan Dini Hari


Perjalanan dini hari, Ditemani rintik hujan, Siluet lembayung angin malam, Kubiarkan rindu larut di tetes hujan.   Mengendap di rerumputan, Air mata di bentangan savana aspal ibukota, Menuliskan nelangsa, Di kaki langit kususun asa.   Sunyi menggelayuti awan gelap, Jenaka gemerincik rintik hujan, Menggenggam jemarimu ayunkan langkah, Penghujung jalan gemerlap bayang langit di air yang…Read more Senandung Rintik Hujan Dini Hari

Celoteh Jejaka Pandir


Puan, temani aku duduk disini sebentar Bersama langit bersama bintang bersama bulan Puan, sudilah kiranya kamu duduk disampingku Kita bercerita tentang hari yang aku lalui dan hari yang kamu lalui Puan, dengarkan dawai-dawai gitarku Tentang asmaraku kepadamu Puan, aku tahu,, Namun aku biarkan kamu berlalu dihadapanku Puan, adakah secarik kertas untukku Berikan aku pena itu,,cukup…Read more Celoteh Jejaka Pandir

Ketika Tatapanku dan Tatapanmu Menyatu


Aku mengenalmu dari sejak kumelihat indahnya sudut matamu Aku mengenalmu dari sejak kuhirup wanginya aroma tubuhmu Aku mengenalmu dari sejak kuterlingkuh dalam senyummu Aku mengenalmu dalam jiwa yang tak dapat terwakili oleh kata-kata Namun kutetap menulis tentang kamu Kutulis kamu dengan tinta yang terang Kupahat cinta darimu di titian awan Kulukiskan indahnya gemulai tarimu dipermukaan…Read more Ketika Tatapanku dan Tatapanmu Menyatu

Menulis Nafasmu Kekasih


Dalam kesendirian kumencoba menemanimu dalam kata Yang maknanya hanya dapat disentuh oleh rasa Hanyut dalam buaian asmara Kumengenangmu dalam indahnya langit malam Adakah yang aku dan kamu rasa sama Hingga menghela nafaspun menjadi irama Adakah degup jantung ini menari dalam untaian kembang malam Hingga berdetakpun menjadi nada Haruskah kulalui tapak jalan ini lagi Berulang kali…Read more Menulis Nafasmu Kekasih