Celoteh Jejaka Pandir


Puan, temani aku duduk disini sebentar Bersama langit bersama bintang bersama bulan Puan, sudilah kiranya kamu duduk disampingku Kita bercerita tentang hari yang aku lalui dan hari yang kamu lalui Puan, dengarkan dawai-dawai gitarku Tentang asmaraku kepadamu Puan, aku tahu,, Namun aku biarkan kamu berlalu dihadapanku Puan, adakah secarik kertas untukku Berikan aku pena itu,,cukup…Read more Celoteh Jejaka Pandir

Advertisements

Kutitipkan Rinduku pada Langit Malam


Bulan sabit ini kembali merayu Bersama kerlip bintang mengintip jendela peraduanku Sepi sendiri sesepi perjalananku ini Sendiri Mencoba mendatangi jejak angin Hampa yang kudapati Riuhnya kota metropolitan Tak lagi mengisi relung jiwa ini Adakah aku menapaki jalan sunyi ini Terus begini sendiri jalani semua ini Kemanakah kaki ini kulangkahkan kini Tak cukupkah kulalui nestapa ini…Read more Kutitipkan Rinduku pada Langit Malam

Melalui Malam Tanpamu


Mengenangmu bagai pungguk Mendambamu bagai hamba sahaya Mengagumimu bagai budak cinta Mencintaimu dalam ketiadaan Hanya angin temanku malam ini Ada juga sebungkus rokok Secangkir kopi tegukan terakhir Masih terjaga dalam lamunan tentangmu Lembar demi lembar kertas berlalu Hinanya diri ini jatuh ratusan kali Dalam peluk bidadari Kumencoba merangkai kembali asa ini Malam ini masih juga…Read more Melalui Malam Tanpamu

Tatapan yang dulu Milikku


Kamu yang di selimuti kabut gemunung Tunggu di haribaan ibu Bersama air mata yang jatuh diperjalanan Mengenangmu dalam pilunya jalanmu Bersama angin senja aku pulang Kutitipkan rinduku kepada rembulan Kepada pena kuberkata Dalam ribuan bahasa tentang cinta Kertas ini kusam sudah namun kutetap menulis diatasnya Temani lamunan tanpa akhir akan hadirnya dirimu disampingku Langit telah…Read more Tatapan yang dulu Milikku