Mama Ang Berdendang


shore on horizon~ Nanar ku menatap kerlap kerlip gemintang, ~ Tak berbentuk yang ku tantang ~ Sampai dini hari menjelang ~ Tak dapat berlari dari bayang ~ Bulir air mata terjatuh sehabis mengupas bawang ~ Hidup berlalu mati berkalang ~ Masih menanti adzan berkumandang ~ Fajar yang kunanti kan menjelang ~ Menafikan paras wajahnya ku…Read more Mama Ang Berdendang

Advertisements

Menulis Nafasmu Kekasih


Dalam kesendirian kumencoba menemanimu dalam kata Yang maknanya hanya dapat disentuh oleh rasa Hanyut dalam buaian asmara Kumengenangmu dalam indahnya langit malam Adakah yang aku dan kamu rasa sama Hingga menghela nafaspun menjadi irama Adakah degup jantung ini menari dalam untaian kembang malam Hingga berdetakpun menjadi nada Haruskah kulalui tapak jalan ini lagi Berulang kali…Read more Menulis Nafasmu Kekasih

Masih tentang Kamu


Masih tentang kamu yang mendamba Masih tentang kamu yang memuja Masih tentang kamu yang terbelenggu Masih tentang kamu yang merindu Kasih lihatlah sejenak dalam kesendirianmu purnama itu Begitu lembut begitu indah begitu syahdu Untaian nada yang ditautkan angin menambah pesona malam ini Ingin rasanya waktu berhenti disini Terjamah oleh jemari lembutmu diantara kecupan asmaramu Tersentuh…Read more Masih tentang Kamu

Gemintang yang tak Lekang


Malam ini kutemani kamu lagi Bersama secangkir kopi dan sebungkus kretek Dikelilingi bunga-bunga malam Aku merindumu dalam kelam Malam ini kutautkan sebuah lagu, secarik kertas, dan sebuah pena Kulukiskan kamu dalam kata Kutulis kamu dalam benak Kupahat kamu disudut ruang kosong ini Fajar mulai menyingsing dan aku masih disini Melamunkan kamu tanpa kenal waktu Menjentikkan…Read more Gemintang yang tak Lekang