Merajut Rindu


pantai dimalam hari Kemudian sampailah aku disetapak jalan ini Menyusuri tepian sunyi ini lagi Kucipta rasa kureka cita mencoba menggapai relung hatimu Menengadah ke langit membasuh rindu menuju cintamu Kuseka lagi luka dipelupuk hati Nyaris tak ada ruang tempatku untuk menyemai rinduku Mencoba melukis langit yang menaungimu Namun aku tahu tak mampu Segumpal tanah kugenggam…Read more Merajut Rindu

Celoteh Jejaka Pandir


Puan, temani aku duduk disini sebentar Bersama langit bersama bintang bersama bulan Puan, sudilah kiranya kamu duduk disampingku Kita bercerita tentang hari yang aku lalui dan hari yang kamu lalui Puan, dengarkan dawai-dawai gitarku Tentang asmaraku kepadamu Puan, aku tahu,, Namun aku biarkan kamu berlalu dihadapanku Puan, adakah secarik kertas untukku Berikan aku pena itu,,cukup…Read more Celoteh Jejaka Pandir

Di Telaga Air Matamu


Kurenangi air mata ini Kuberlalu sambil terdiam Tanpa kata tanpa ucap apapun Hanya lambaian tangan yang sanggup kuberikan Menjelangi hari kutelusuri hijabmu Terlalu buta untuk melihat Terlalu tuli untuk mendengar Terlalu bisu untuk berucap Awan malam ini temanku sejak hari itu berlalu Mendudukanku dalam angan ditemani tembang tentang kamu Merindumu dipenghujung hari Kutelanjangi kamu dikertas…Read more Di Telaga Air Matamu

Biarkan Ibu di Surga tanpa Aku


Kutulis semua yang tak terucap Kepada kata kubersandar Kepada makna kulabuhkan harap Rintik hujan ini kembali menyapaku Dalam kelamnya malam Kalutnya nurani Huni tubuh yang tak bertuan ini Dasar samudera tak tampak Permukaan laut tak dapat kusentuh Jelma kata hanya sanggupku Meniti titian awan menerpa kalbu Duhai jiwa yang tak lekang Kemanakah jasad ini berkalang…Read more Biarkan Ibu di Surga tanpa Aku

Guna Cipta Aksara


Haluan angin coba dipahami Gema tembang kuno lagi kudengar Hari ini aku bersama angan bertanya Apa yang kamu rasa ketika mencipta Lembut kusentuh gemericik air Kutemani kamu sampai ke muara Adakah yang kamu cari berakhir Kemanakah kamu pergi kekasih Getar asmara ini tak kuasa kunafikan Bersama lalunya awan kumencoba melukismu Hanya titik demi titik bertemu…Read more Guna Cipta Aksara

Bersama Bayang Kasihmu


Inikah hari dimana kata dan makna membatasi kita Tak cukupkah belenggu ini membunuhku perlahan Apakah kita akan selalu seperti ini Akankah hari aku dan kamu bertemu adalah hari yang terlarang bagi kita Gema tembaga koin ini berdetak seirama dengan nada yang kudengar Akupun hanya bisa ikut dan hanyut Adakah waktu bisa berputar ulang agar hari…Read more Bersama Bayang Kasihmu

Tatapan yang dulu Milikku


Kamu yang di selimuti kabut gemunung Tunggu di haribaan ibu Bersama air mata yang jatuh diperjalanan Mengenangmu dalam pilunya jalanmu Bersama angin senja aku pulang Kutitipkan rinduku kepada rembulan Kepada pena kuberkata Dalam ribuan bahasa tentang cinta Kertas ini kusam sudah namun kutetap menulis diatasnya Temani lamunan tanpa akhir akan hadirnya dirimu disampingku Langit telah…Read more Tatapan yang dulu Milikku