Jemarimu Untuk Kugenggam


Kututup mimpiku tentang kamu Entah kapan akan kubuka lagi lembaran buku ini Menulis tentang air matamu adalah hal yang terindah Menyeka noda dikakimu dengan lukaku Menepi ku disudut kota ini Tak sanggup kutengadahkan lagi wajahku kelangit Lidah kelu mengucap namamu Jemari yang coba kuraih menepis asaku Hamparan rerumputan kubelai dengan lembut Walau kuterjatuh tak ku…Read more Jemarimu Untuk Kugenggam

Celoteh Jejaka Pandir


Puan, temani aku duduk disini sebentar Bersama langit bersama bintang bersama bulan Puan, sudilah kiranya kamu duduk disampingku Kita bercerita tentang hari yang aku lalui dan hari yang kamu lalui Puan, dengarkan dawai-dawai gitarku Tentang asmaraku kepadamu Puan, aku tahu,, Namun aku biarkan kamu berlalu dihadapanku Puan, adakah secarik kertas untukku Berikan aku pena itu,,cukup…Read more Celoteh Jejaka Pandir

Langit Bercerita tentang Kamu


Ketika langit bercerita kepadaku tentang kamu Tahukah kamu apa yang kudengar Aku mendengar ayat-ayat Allah dikumandangkan Aku mendengar kamu menyelipkan namaku dalam doamu Adakah air mata ini coba kulukis lagi Hingga untuk memujamu pun ku tak mampu Adakah deru nafas yang memuja asma Allah coba kutulis Hingga jemari ini menari sedemikian rupa Kasih adakah bisikku…Read more Langit Bercerita tentang Kamu

Corat-Coret di Taman Bunga Ibunda


Kamu ada dan hadir dihadapanku berbicara layaknya gelegar petir menyambar sanubariku dan akupun masih rindu kamu Aku mencintaimu seperti batu yang merindu pahat menempaku sedemikian rupa hingga yang tersisa dari diriku hanyalah citramu Adakah gunung yang harus kudaki denganmu adakah lautan yang harus kurenangi bersamamu adakah langit yang harus kulukis sebagai sesembahan cintaku padamu Ceritakan…Read more Corat-Coret di Taman Bunga Ibunda

Menulis Nafasmu Kekasih


Dalam kesendirian kumencoba menemanimu dalam kata Yang maknanya hanya dapat disentuh oleh rasa Hanyut dalam buaian asmara Kumengenangmu dalam indahnya langit malam Adakah yang aku dan kamu rasa sama Hingga menghela nafaspun menjadi irama Adakah degup jantung ini menari dalam untaian kembang malam Hingga berdetakpun menjadi nada Haruskah kulalui tapak jalan ini lagi Berulang kali…Read more Menulis Nafasmu Kekasih

Melalui Malam Tanpamu


Mengenangmu bagai pungguk Mendambamu bagai hamba sahaya Mengagumimu bagai budak cinta Mencintaimu dalam ketiadaan Hanya angin temanku malam ini Ada juga sebungkus rokok Secangkir kopi tegukan terakhir Masih terjaga dalam lamunan tentangmu Lembar demi lembar kertas berlalu Hinanya diri ini jatuh ratusan kali Dalam peluk bidadari Kumencoba merangkai kembali asa ini Malam ini masih juga…Read more Melalui Malam Tanpamu

Langit Kelabu di Jakarta


Bagai hidup di banyak dimensi Disini disana entah dimana Pijak kaki berbayang Jejak yang tertinggal gamang Rintik hujan ini tak mau berhenti Seperti senyum manismu yang tak hilang Langit kelabu menemani kopi luwak ini Sebatang rokok lagi ucapku Candu ini tak mau berhenti Hempaskan asa sambut prahara Adakah sedikit pelita di hati Agar berhenti sejenak…Read more Langit Kelabu di Jakarta

Kualihkan Pandang ke Langit


Kualihkan pandang ke langit Kupijak bumi tempatku dibesarkan Air mata ini mengalir begitu saja entah dari mana asalnya Bagi yang menunggu hujan turun berbahagialah karena sebentar lagi hujan akan turun Dari langit dia akan mengguyur bumi, dengan awan yang menari menutupi langit biru. Sepi ini, sunyi ini selalu saja menghampiri Menggelitik relung-relung jiwa yang kosong…Read more Kualihkan Pandang ke Langit