Senandung Rintik Hujan Dini Hari


Perjalanan dini hari, Ditemani rintik hujan, Siluet lembayung angin malam, Kubiarkan rindu larut di tetes hujan.   Mengendap di rerumputan, Air mata di bentangan savana aspal ibukota, Menuliskan nelangsa, Di kaki langit kususun asa.   Sunyi menggelayuti awan gelap, Jenaka gemerincik rintik hujan, Menggenggam jemarimu ayunkan langkah, Penghujung jalan gemerlap bayang langit di air yang…Read more Senandung Rintik Hujan Dini Hari

Advertisements

Kupungut Titik Demi Titik Yang Berlalu


Menunggumu ditapal batas ibukota Mencoba melupakanmu namun tak sanggup Menyentuhmu dengan kata diatas kertas kusam Lembar demi lembar kulalui dan kamu tak datang Yah, apalah aku ini Hanya rindu yang kupunya Kubiarkan nelangsa ini berlalu Tanpamu kumenepikan langkahku Adakah perih ini berakhir Kenanga ini masih kupegang erat Resah ini ingin berakhir namun tak jua kamu…Read more Kupungut Titik Demi Titik Yang Berlalu

Mendatangi Fajar Kujelang Asa


Kujelang cahaya rembulan dalam perjalanan Terjaga dari tidur panjang kuhela angin malam Hembuskan asa diantara tebaran gemintang Melalui malam kudatangi fajar yang terbit hari ini Gurat usia dikelopak mata berkata ribuan perjalanan Yang tertulis dan yang tenggelam dalam makna Masih bersama dini hari kuhirup secangkir kopi Mencoba menafikanmu kudengar biduan bersenandung Kita pun berlalu melewati…Read more Mendatangi Fajar Kujelang Asa

Di Telaga Air Matamu


Kurenangi air mata ini Kuberlalu sambil terdiam Tanpa kata tanpa ucap apapun Hanya lambaian tangan yang sanggup kuberikan Menjelangi hari kutelusuri hijabmu Terlalu buta untuk melihat Terlalu tuli untuk mendengar Terlalu bisu untuk berucap Awan malam ini temanku sejak hari itu berlalu Mendudukanku dalam angan ditemani tembang tentang kamu Merindumu dipenghujung hari Kutelanjangi kamu dikertas…Read more Di Telaga Air Matamu

Jelang Kehadiranmu


Demi indahnya sudut senyummu yang coba kuraih Kulalui jalan setapak ini sekali lagi Dan kali ini kututup mataku dalam perjalanan Jalan setapak ini sudah menjadi bagian dari helaan nafasku Kutanyakan kembali kepada telaga nestapa dihadapanku Sudikah kiranya kurenangi kamu Permukaan air yang begitu tenang kulihat lagi bayang wajahmu Menghanyutkan nelangsaku ketepian Kupu-kupu damai menari dihadapanku…Read more Jelang Kehadiranmu

Kutitipkan Rinduku pada Langit Malam


Bulan sabit ini kembali merayu Bersama kerlip bintang mengintip jendela peraduanku Sepi sendiri sesepi perjalananku ini Sendiri Mencoba mendatangi jejak angin Hampa yang kudapati Riuhnya kota metropolitan Tak lagi mengisi relung jiwa ini Adakah aku menapaki jalan sunyi ini Terus begini sendiri jalani semua ini Kemanakah kaki ini kulangkahkan kini Tak cukupkah kulalui nestapa ini…Read more Kutitipkan Rinduku pada Langit Malam

Menulis Nafasmu Kekasih


Dalam kesendirian kumencoba menemanimu dalam kata Yang maknanya hanya dapat disentuh oleh rasa Hanyut dalam buaian asmara Kumengenangmu dalam indahnya langit malam Adakah yang aku dan kamu rasa sama Hingga menghela nafaspun menjadi irama Adakah degup jantung ini menari dalam untaian kembang malam Hingga berdetakpun menjadi nada Haruskah kulalui tapak jalan ini lagi Berulang kali…Read more Menulis Nafasmu Kekasih

Nelangsa dan Rindu


Rinai hujan ini kembali membasahi bumi Tetes air mata ini kembali bercerita tentang kamu Yang masih mendamba yang masih merindu yang masih merayu Diantara bayang bunga flamboyan kukenang kamu Adakah dalam perjalananmu sedikit tentang aku Sehingga meratapimu pun sudah tak mampu Adakah dalam lamunanmu tentang esok sedikit tentang kita Rasa diantara rintik hujan ini menikamku…Read more Nelangsa dan Rindu

Pagiku bersama bunga Kamboja


Untuk angin pagi yang selalu kurindukan Embun yang membasahi bunga-bunga Langit yang cerah gemilang Rasa syukur kuhirupkan lagi pagi ini Entah dari mana asalnya basah didedaunan Kuterbangun dan dia telah segar ditatapan Burung-burung berkicau tanpa henti Kembali larut dalam lamunan Semesta ini baru sejengkal ditempuh Takabur akan apa yang dapat ditatap Khilaf dalam rayuan tanpa…Read more Pagiku bersama bunga Kamboja

Guna Cipta Aksara


Haluan angin coba dipahami Gema tembang kuno lagi kudengar Hari ini aku bersama angan bertanya Apa yang kamu rasa ketika mencipta Lembut kusentuh gemericik air Kutemani kamu sampai ke muara Adakah yang kamu cari berakhir Kemanakah kamu pergi kekasih Getar asmara ini tak kuasa kunafikan Bersama lalunya awan kumencoba melukismu Hanya titik demi titik bertemu…Read more Guna Cipta Aksara