Cinta Tanpa Tepi


leafless treeTak tahu telaga air mata mana lagi yang harus kuselami Tanpa tepi kususuri perjalananan ini Entah engkau atau mesti kembali Namun sudah sejauh ini kulalui bayangmu kekasih Nanar kupandang sudut matamu yang mengalihkan pandang dari tatapanku Kulalui senyum simpulmu yang memintaku pergi Menghela nafas ini kembali sambil melangkah perlahan Betapa lemah raga ini menampung…Read more Cinta Tanpa Tepi

Advertisements

Mama Ang Berdendang


shore on horizon~ Nanar ku menatap kerlap kerlip gemintang, ~ Tak berbentuk yang ku tantang ~ Sampai dini hari menjelang ~ Tak dapat berlari dari bayang ~ Bulir air mata terjatuh sehabis mengupas bawang ~ Hidup berlalu mati berkalang ~ Masih menanti adzan berkumandang ~ Fajar yang kunanti kan menjelang ~ Menafikan paras wajahnya ku…Read more Mama Ang Berdendang

Rintik Hujan dan Merindumu


Dirintik hujan aku mengenalmu Dirintik hujan aku melupakanmu Dirintik hujan aku berlari menjauhimu Dirintik hujan aku pungut rasa yang berlalu Derasnya sungai mengalir bergegas ke muara Melewati bebatuan ditepian Lenggak-lenggok rintik hujan Menerpa keringnya jiwaku Kucerabut rerumputan dari akarnya Kugenggam dendam tak berkesudahan Gemericik rintik hujan membasahi tubuhku Kubisikkan rinduku kutengadahkan wajahku kelangit kubasuh luka…Read more Rintik Hujan dan Merindumu

Kawula Mahardhika


instagramHentikan langkahmu sejenak kisanak Ketuklah pintu-pintu hati para kawula yang menunggu Menantimu dalam ribuan peluk purnama kepada gemintang Menyapamu sejenak dalam perjalananmu Bersenda guraulah sebentar bersama kami Tertawalah bersama kawula yang menanti Karena tawa mahal bagi kami yang menunggumu Agar engkau tahu tangis dibalik tawa kami Kenalilah kami kawulamu yang memapah mimpi dan anganmu Agar…Read more Kawula Mahardhika

Angin Semilir


Ditemani rindu kulalui jalan setapak ini Mengenangmu dikeheningan malam Angin semilir menggelayuti jutaan kenangan tentang kamu Kutorehkan kembali tinta ini Hembusan nafas ini menuliskan segala tentang kamu Yang melalui hari dengan tangan terkepal Wajah menengadah ke langit Menembus batas-batas sadarku akan adanya dirimu Lembayung senja baru saja berlalu Riuh redam remukkan jiwaku yang kelu Sorak-sorai…Read more Angin Semilir

Kutemui Dawai Biola Itu


Kesendirianku membawaku ketempat ini Ditemani cerahnya gemintang kulalui jalan ini lagi Kali ini tanpamu namun bayangmu kan selalu disini Menemani sampai dini hari Setapak jalan berbatu Huni benak ini bagai benalu Mengeras hati ini berteriak bertalu-talu Hanya tertunduk malu menatapmu Masih segar dianganku segala tentang kamu Menemani hariku yang jemu tak menentu Masih tentang kamu…Read more Kutemui Dawai Biola Itu

Sampai Raminah Tertidur


Menoleh kebelakang sejenak kuberkalang Berlumur luka dalam benak yang tak lekang Sekiranya aku merindumu dikala malam menjelang Tak kuasa ku mendengar kisahmu duhai sang petualang Membeku dalam peluk nisbi gadis berkerudung hitam Gemulai langkah memecah hembusan angin malam Jemari terkepal menempa jutaan dendam Kumelangkah menembus lubang-lubang jalanan, legam Masih seperti kemarin aku mendambamu Menepiku dalam…Read more Sampai Raminah Tertidur

Lontar Yang Tersayat


Yah seperti inilah aku menantimu dikeheningan malam Mencoba mengenalmu namun tak jua bertemu Kujelang rindumu dijalan setapak ini tanpa tepi Hidup ini hanya sekali dan mesti berarti Kemudian apalah aku ditepian relung-relung malammu Tak ada sapa dan kasihmu dipenghujung waktu Bercakaplah denganku seperti kau bercakap kepada angin sembilu Agar aku tau malam yang harus kutangisi…Read more Lontar Yang Tersayat

Negeri Pengukir Senja


Republik ini sudah tak lagi menjawab tanyaku Hanya bapak pemanggul beras kupijakkan rinduku Ibu penjual sayur yang menyampaikan salamku Untuk para pendusta disinggasana penuh khianat Mencoba mengenal tanah air tempas asa ku bertumpu Yang kulihat rindu pada pagi harap pada senja Berjalan menyusuri trotoar busuk Sebusuk nurani para punggawa kekuasaan Aspal sepanjang tapak para pejuang…Read more Negeri Pengukir Senja