Berdansa dengan Angin Subuh


journey of a woman in redKuhela angin subuh yang menerpa tubuhku Menyambut fajar yang menyingsing pagi ini Kuhirup kembali udara sejuk ini sekali lagi Menerpa keheningan langit yang tak kunjung menyapaku Apakah gerangan yang bertaut dijiwaku Hingga tak mampu lagi merayu Inikah waktu membuka kembali rindu Menatap wajah lembut terhampar dijalan-jalan ibukota negeriku Sampaikah aku…Read more Berdansa dengan Angin Subuh

Hingga Hari Berlalu


Melampaui batas-batas rinduku padamu Menghela hembusan angin yang menerpa wajahku Mendambamu dalam ruang sempit yang membelenggu jasadku Menghancurkan dinding-dinding pemisah yang meliputiku Gemulai tarimu pesona para dewi kahyangan Lentik jemari menghalau tabir dihadapanmu Lembar demi lembar lontar berlalu dihadapku Menulis air mata dihamparan rerumputan Tanpa makna apapun kucoba menulis Namun makna datang menghampiri Tak boleh…Read more Hingga Hari Berlalu

Celoteh Jejaka Pandir


Puan, temani aku duduk disini sebentar Bersama langit bersama bintang bersama bulan Puan, sudilah kiranya kamu duduk disampingku Kita bercerita tentang hari yang aku lalui dan hari yang kamu lalui Puan, dengarkan dawai-dawai gitarku Tentang asmaraku kepadamu Puan, aku tahu,, Namun aku biarkan kamu berlalu dihadapanku Puan, adakah secarik kertas untukku Berikan aku pena itu,,cukup…Read more Celoteh Jejaka Pandir

Kepada Karang Kepada Ombak Kepada Matahari


Disaat seperti ini aku merindumu seperti ombak merindukan pantai Kepada batu karang dia berlabuh Kepada haluan hilir sungai dia merengkuh Kepada alur sungai didasar samudera dia berpijak Tak hentinya dia mengarungi kehendak sang pencipta Sampai akhir cahaya sampai akhir purnama sampai akhir waktu Bertumpu pada angan tentang dermaga yang dirindu Berpulang kepada kekasih dipenghujung garis…Read more Kepada Karang Kepada Ombak Kepada Matahari

Masih tentang Kamu


Masih tentang kamu yang mendamba Masih tentang kamu yang memuja Masih tentang kamu yang terbelenggu Masih tentang kamu yang merindu Kasih lihatlah sejenak dalam kesendirianmu purnama itu Begitu lembut begitu indah begitu syahdu Untaian nada yang ditautkan angin menambah pesona malam ini Ingin rasanya waktu berhenti disini Terjamah oleh jemari lembutmu diantara kecupan asmaramu Tersentuh…Read more Masih tentang Kamu

Nelangsa dan Rindu


Rinai hujan ini kembali membasahi bumi Tetes air mata ini kembali bercerita tentang kamu Yang masih mendamba yang masih merindu yang masih merayu Diantara bayang bunga flamboyan kukenang kamu Adakah dalam perjalananmu sedikit tentang aku Sehingga meratapimu pun sudah tak mampu Adakah dalam lamunanmu tentang esok sedikit tentang kita Rasa diantara rintik hujan ini menikamku…Read more Nelangsa dan Rindu

Pagiku bersama bunga Kamboja


Untuk angin pagi yang selalu kurindukan Embun yang membasahi bunga-bunga Langit yang cerah gemilang Rasa syukur kuhirupkan lagi pagi ini Entah dari mana asalnya basah didedaunan Kuterbangun dan dia telah segar ditatapan Burung-burung berkicau tanpa henti Kembali larut dalam lamunan Semesta ini baru sejengkal ditempuh Takabur akan apa yang dapat ditatap Khilaf dalam rayuan tanpa…Read more Pagiku bersama bunga Kamboja

Kutempatkan Nuraniku dipintu Sanubarimu.


Biarkan aku lelap diperahu ini, Biarkan aku mengayun disamudera ini, Biarkan aku terhempas oleh gelombang, Biarkan aku diterjang ombak lautan. "Dekap aku, resan embun", "Peluk aku, tetesan hujan", "Sambut aku, dermaga kayangan", Terlena aku dalam tiupan angin sembilu. Sungai yang berliku, Telaga yang sunyi, Samudera yang perkasa, Ajari aku untuk mencintaimu. Diperahu ini ditemani kayuh,…Read more Kutempatkan Nuraniku dipintu Sanubarimu.