I Choose To Love You In Solitude


I choose to love you in silence,  For in silence I find no rejection. I choose to love you in loneliness, For in loneliness no one owns you but me. I choose to adore you from a distance, For distance will shield me from pain. I choose to kiss you in the wind, For the…Read more I Choose To Love You In Solitude

Advertisements

Berdansa dengan Angin Subuh


journey of a woman in redKuhela angin subuh yang menerpa tubuhku Menyambut fajar yang menyingsing pagi ini Kuhirup kembali udara sejuk ini sekali lagi Menerpa keheningan langit yang tak kunjung menyapaku Apakah gerangan yang bertaut dijiwaku Hingga tak mampu lagi merayu Inikah waktu membuka kembali rindu Menatap wajah lembut terhampar dijalan-jalan ibukota negeriku Sampaikah aku…Read more Berdansa dengan Angin Subuh

Jejak yang Berserakan Diperjalanan


Sun flower Ingin kuberlabuh dihatimu Tanpa temu kulalui perjalanan ini Ingin kusentuh paras wajahmu Luka dihati ini tak kunjung mereda Kemana mesti kujemput rindu Helaan angin membawa kesana kemari Lalui semua perjalanan sendiri tanpamu Berteman sepi sunyi kutapaki jalan berbatu Jelang maghrib ini kusujudkan cintaku Lenyap ditelan bumi yang menyembunyikan asa ini Berlaluku diiringi tembang…Read more Jejak yang Berserakan Diperjalanan

Rintik Hujan dan Merindumu


Dirintik hujan aku mengenalmu Dirintik hujan aku melupakanmu Dirintik hujan aku berlari menjauhimu Dirintik hujan aku pungut rasa yang berlalu Derasnya sungai mengalir bergegas ke muara Melewati bebatuan ditepian Lenggak-lenggok rintik hujan Menerpa keringnya jiwaku Kucerabut rerumputan dari akarnya Kugenggam dendam tak berkesudahan Gemericik rintik hujan membasahi tubuhku Kubisikkan rinduku kutengadahkan wajahku kelangit kubasuh luka…Read more Rintik Hujan dan Merindumu

Kawula Mahardhika


instagramHentikan langkahmu sejenak kisanak Ketuklah pintu-pintu hati para kawula yang menunggu Menantimu dalam ribuan peluk purnama kepada gemintang Menyapamu sejenak dalam perjalananmu Bersenda guraulah sebentar bersama kami Tertawalah bersama kawula yang menanti Karena tawa mahal bagi kami yang menunggumu Agar engkau tahu tangis dibalik tawa kami Kenalilah kami kawulamu yang memapah mimpi dan anganmu Agar…Read more Kawula Mahardhika

Angin Semilir


Ditemani rindu kulalui jalan setapak ini Mengenangmu dikeheningan malam Angin semilir menggelayuti jutaan kenangan tentang kamu Kutorehkan kembali tinta ini Hembusan nafas ini menuliskan segala tentang kamu Yang melalui hari dengan tangan terkepal Wajah menengadah ke langit Menembus batas-batas sadarku akan adanya dirimu Lembayung senja baru saja berlalu Riuh redam remukkan jiwaku yang kelu Sorak-sorai…Read more Angin Semilir

Kutemui Dawai Biola Itu


Kesendirianku membawaku ketempat ini Ditemani cerahnya gemintang kulalui jalan ini lagi Kali ini tanpamu namun bayangmu kan selalu disini Menemani sampai dini hari Setapak jalan berbatu Huni benak ini bagai benalu Mengeras hati ini berteriak bertalu-talu Hanya tertunduk malu menatapmu Masih segar dianganku segala tentang kamu Menemani hariku yang jemu tak menentu Masih tentang kamu…Read more Kutemui Dawai Biola Itu

Sampai Raminah Tertidur


Menoleh kebelakang sejenak kuberkalang Berlumur luka dalam benak yang tak lekang Sekiranya aku merindumu dikala malam menjelang Tak kuasa ku mendengar kisahmu duhai sang petualang Membeku dalam peluk nisbi gadis berkerudung hitam Gemulai langkah memecah hembusan angin malam Jemari terkepal menempa jutaan dendam Kumelangkah menembus lubang-lubang jalanan, legam Masih seperti kemarin aku mendambamu Menepiku dalam…Read more Sampai Raminah Tertidur

Negeri Pengukir Senja


Republik ini sudah tak lagi menjawab tanyaku Hanya bapak pemanggul beras kupijakkan rinduku Ibu penjual sayur yang menyampaikan salamku Untuk para pendusta disinggasana penuh khianat Mencoba mengenal tanah air tempas asa ku bertumpu Yang kulihat rindu pada pagi harap pada senja Berjalan menyusuri trotoar busuk Sebusuk nurani para punggawa kekuasaan Aspal sepanjang tapak para pejuang…Read more Negeri Pengukir Senja

Kain Songket Putra Melayu


Helai demi helai benang kurajut Dengan rindu, dengan senyum simpul, dengan air mata Kugoreskan titik kutarik garis melengkung melintang diantara kiasan kembang Kusisipkan kain songket menghantar perjalananmu Agar tahu jalan yang ingin kau tempuh Agar ingat jalan pulang ke bukit Agar tak lupa kau tundukkan keningmu ke tanah kau dilahirkan Dikain songket ini kutitipkan harapan…Read more Kain Songket Putra Melayu