Balada Ronin yang Kehilangan Separuh Jiwanya (Anak Revolusi)


Temani aku dalam temaram cahaya jalan setapak Susuri jalan ini bersama genggaman tanganku Berjalanlah disampingku agar kamu tahu betapa jejak-jejak sunyi ini merindumu Senyap dalam kehampaan tanpa adanya dirimu kelam dalam sukma Menari dibawah sinar rembulan bersama bayang-bayang samar kita menari Berdansa sampai fajar menjelang tak mengenal lelah mengimbangi langkahmu Bernyanyi bagai ribuan malam berlalu…Read more Balada Ronin yang Kehilangan Separuh Jiwanya (Anak Revolusi)

Pagiku bersama bunga Kamboja


Untuk angin pagi yang selalu kurindukan Embun yang membasahi bunga-bunga Langit yang cerah gemilang Rasa syukur kuhirupkan lagi pagi ini Entah dari mana asalnya basah didedaunan Kuterbangun dan dia telah segar ditatapan Burung-burung berkicau tanpa henti Kembali larut dalam lamunan Semesta ini baru sejengkal ditempuh Takabur akan apa yang dapat ditatap Khilaf dalam rayuan tanpa…Read more Pagiku bersama bunga Kamboja

Biarkan Ibu di Surga tanpa Aku


Kutulis semua yang tak terucap Kepada kata kubersandar Kepada makna kulabuhkan harap Rintik hujan ini kembali menyapaku Dalam kelamnya malam Kalutnya nurani Huni tubuh yang tak bertuan ini Dasar samudera tak tampak Permukaan laut tak dapat kusentuh Jelma kata hanya sanggupku Meniti titian awan menerpa kalbu Duhai jiwa yang tak lekang Kemanakah jasad ini berkalang…Read more Biarkan Ibu di Surga tanpa Aku

Angin Cerita Rindu


Menapaki jalanmu kekasih Ribuan depa kulalui Ketika kumenoleh kebelakang Tak sebanding dengan senyummu Kukayuh perahu ini ke dermagamu Jalani kehendak dari Yang Maha Berkehendak Jalani hasrat akupun tiba dihaluan Kumenoleh kamupun tersenyum Bolehkah kutafsirkan senyummu Sekali ini saja hingga kamupun tertawa Membodohiku sedemikian rupa Hingga malam ini kuterlena Buaian rupa asmara tak lekang Bebaskan aku…Read more Angin Cerita Rindu

Jalani Hidup dengan Asa Terbentang


Kembali kudatangi tatanan gemunung Termenung akan kerdilnya diri ini Dihadapan kuasa dari Yang Maha Kuasa Hanya bisa terpana tercengang Kebodohan diri ini paripurna sudah Hanya rintik hujan yang menghalaunya Dituntun lampu jalanan kita melangkah Aku kamu kita dan bunga mekar pohon rindang Kututup sejenak mata ini agar kudengar sejenak apa yang ingin disampaikan Kuhirup udara…Read more Jalani Hidup dengan Asa Terbentang

Gema Tasbih Senandung Hampa


Malam ini aku kembali ditemani rintik hujan Di kesunyian malam kuberlari Dalam kehampaan nada kubernyanyi Bersamamu lagi mengais parit menghantar air kesungai Satu hari yang sunyi kekasihku berkata, Cinta hadir karena pengorbanan dan kesetiaan, Bukan dengan hujan kata, tapi karena indahnya kesetiaan dan bernilainya pengorbanan Kali ini akupun terjatuh Namun kali ini aku bangkit sendiri…Read more Gema Tasbih Senandung Hampa

Kutempatkan Nuraniku dipintu Sanubarimu.


Biarkan aku lelap diperahu ini, Biarkan aku mengayun disamudera ini, Biarkan aku terhempas oleh gelombang, Biarkan aku diterjang ombak lautan. "Dekap aku, resan embun", "Peluk aku, tetesan hujan", "Sambut aku, dermaga kayangan", Terlena aku dalam tiupan angin sembilu. Sungai yang berliku, Telaga yang sunyi, Samudera yang perkasa, Ajari aku untuk mencintaimu. Diperahu ini ditemani kayuh,…Read more Kutempatkan Nuraniku dipintu Sanubarimu.

Malam Cerah yang tak berbulan dan tak berbintang


Ketika kubuka pintu-pintu hijabMu duhai yang Terkasih, Kutemukan betapa kerinduan akan diriMu tak pernah lekang oleh waktu. Setitik cahaya, setetes embun dan sekelebat angin dan Engkau membawa diriku keharibaanMu yang penuh kasih. Duhai Yang Terkasih, Adakah Engkau selalu ada untuk diriku, Ditiap dukaku, ditiap nestapaku. Apabila iya, katakanlah sesuatu kepadaku. Adakah hari dimana aku menemukanMu…Read more Malam Cerah yang tak berbulan dan tak berbintang